Category 2

Minggu, 31 Juli 2016

thumbnail

Ahsan Belajar Dari Olimpiade Lalu



bagi Mohammad Ahsan, kini bisa dekat dengan sang idolanya ketika kecil, Ricky Achmad Soebagdja/Rexy Mainaky di Pelatnas Cipayung. Kala itu, di usianya yang baru sembilan tahun, Ahsan terkagum-kagum atas prestasi '2R' yang beehasil menaikkan Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya di ajang Olimpiade Atlanta 1996.

Kenangan itu begitu menginspirasi Ahsan yang lahir di Palembang, 7 September 1987. Ahsan pun kemudian memilih menekuni bulutangkis sebagai olahraga favoritnya

“Waktu kecil, saya diarahkan ke olahraga sepakbola. Tetapi saya memilih bulutangkis, karena bulutangkis adalah cabang olahraga yang bisa membawa nama Indonesia di level dunia,” ungkap Ahsan.

Prestasi bulutangkis Indonesia kala itu begitu cemerlang. Selain Rexy dan Ricky yang menorehkan prestasi di nomor ganda, tunggal Indonesia kala itu pun menginspirasi Ahsan.

“Saya melihat prestasi senior-senior dulu yang sering juara, rasanya jadi pengen juara juga seperti mereka. Bukan cuma Ricky/Rexy, tetapi juga di sektor tunggal,” tuturnya dalam obrolan dengan awak Badmintonindonesia.org.

Impian berprestasi di bulutangkis, akhirnya mengantarkan Ahsan menimba lebih dalam di klub yang berada di Jawa. Adalah klub Djarum yang akhirnya jadi pilihan Ahsan untuk mengasah kemampuan bulutangkisnya.

Impian meraih emas di olimpiade kini semakin dekat bagi Ahsan. Empat tahun lalu kesempatan itu ada, namun bersama Bona Septano, sepertinya bukan rejeki Ahsan/Bona yang sempat menduduki peringkat lima dunia.

Kini kesempatan kedua terbuka lagi. Kali ini Ahsan yan berpasangan dengan Hendra Setiawan akan menjadi salah satu andalan Indonesia di ajang olimpiade Rio 2016 untuk kembali menorehkan tradisi emas olimpiade.
Pelajaran empat tahun lalu di London menjadikan Ahsan yang lebih baik di olimpiade tahun ini.

Duet Ahsan/Hendra terbentuk usai Olimpiade London 2012. Racikan ganda baru Pelatnas ini mengagetkan para penggemar bulutangkis dunia. Apakah kolaborasi Ahsan/Hendra bisa berbicara di persaingan ganda putra yang begitu ketat. Nada sumbang pesimis pun mencuat di tengah harapan lainnya yang melihat Ahsan/Hendra pasti bisa.

Tak butuh waktu lama, 'Duet Senior Senior', Hendra/Ahsan, ternyata menjadi salah satu pasangan ganda putra terbaik dunia. Pada debut di Kejuaraan Dunia 2013, Hendra/Ahsan langsung meraih titel juara dunia dengan membungkam pasangan-pasangan unggulan. Mimpi pertama Ahsan menjadi juara dunia pun terwujud. Kini Ahsan bersiap mewujudkan impian berikutnya. Impiannya yang membius sedari kecil di Kota Musi.

“Gelar juara dunia itu memang sudah jadi impian saya sejak kecil, kalau ditanya orang, pasti jawabannya mau jadi juara dunia. Tetapi, medali emas olimpiade adalah incaran semua atlet bulutangkis, apalagi turnamen ini hanya empat tahun sekali,” ungkap ayah dua anak ini.

“Saya banyak belajar dari hasil olimpiade empat tahun lalu. Dengan kerja keras, disiplin dan doa, alhamdulillah saya bisa bertahan hingga Olimpiade Rio 2016. Walaupun di London saya tidak dapat medali, tetapi saya tidak menyerah, saya berharap bisa mendapat hasil yang lebih baik di Rio,” tutur Ahsan.

Bersama Hendra Setiawan yang juga merupakan salah satu pembimbingnya di Pelatnas Cipayung, Ahsan kini menduduki peringkat dua dunia ganda putra. Koleksi gelar juara bergengsi pun telah ditorehkan, seperti Juara Dunia 2013 dan 2015, Juara All England 2014, Medali Emas Asian Games Incheon 2014, Juara Super Series Finals 2013 dan 2015, membuat Hendra/Ahsan menjadi harapan Merah-Putih di olimpiade.

“Diberi target adalah hal yang biasa untuk saya dan Hendra, dari dulu kami selalu ditargetkan untuk menjadi juara. Tekanan itu saya jadikan motivasi saja. Tekanan bertanding di olimpiade memang lebih besar karena ini turnamen empat tahun sekali,” jelas Ahsan.

Akankah Olimpiade Rio 2016 menjadi yang terakhir untuk Ahsan? Pria yang menggemari Tekwan, makanan khas Palembang ini menjawab santai.

“Empat tahun lagi kan masih lama, jadi belum terpikir. Saya mau mikirin yang dekat-dekat dulu deh, yang jauh-jauh nanti saja dipikirkan lagi, ha ha ha

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

About

Recent Posts

Slider

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *