Hasil undian Olimpiade Rio de
Janeiro 2016 cabang bulutangkis yang dilakukan kemarin, Rabu. 27 Juli 2016 di
stadion Riocentro Pavilion 4, Brasil, pukul 11. 00 waktu setempat dinilai cukup
menguntungan Indonesia. Pasalnya, hasil undian di dua nomor andalan Indonesia,
ganda putra dan campuran di penyisihan grup membuat Indonesia memiliki
kesempatan untuk bisa merebut juara grup.
Dalam daftar yang dirilis oleh BWF
(Badminton World Federation), di ganda campuran, dua pasangan Indonesia yang
lolos ke Olimpiade, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby
Susanto berada di dua grup berbeda. Dibandingkan Praveen/Debby,
Tontowi/Liliyana mendapatkan undian yang lebih ringan.
Mereka menghuni Grup A bersama Bodin
Issara/Savitree Amitrapai (Thailand), Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia),
dan Robin Middleton/Leanne Choo (Australia). Sementara Praveen/Debby menempati
grup yang jauh lebih kompetitif di Grup A bersama Zhang Nan/Zhao Yunlei
(Tiongkok), Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Hong Kong), dan Michael Fuchs/Birgit
Michels (Jerman).
Jika melihat hasil undian, peluang
Tontowi/Liliyana jauh lebih besar untuk bisa merebut juara grup mengingat
kekuatan lawan yang diatas kertas masih di bawah mereka. Tontowi/Liliyana belum
pernah bertemu dengan Issara/Amitrapai dan Middleton/Choo, sementara dengan
Chan/Goh, pasangan peringkat tiga dunia ini, masih unggul 7-1 dalam rekor
pertemuan. Terakhir di Malaysia Open Super Series Premier 2016,
Tontowi/Liliyana menang 23-21, 13-21 dan 21-16 dari pasangan negeri jiran itu.
Untuk Praveen/Debby, kesempatannya
untuk bisa menjadi yang teratas di grupnya ada, namun mereka harus berusaha
lebih keras untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Mengingat ada unggulan
pertama, Zhang/Zhao yang diprediksi pasti akan sama ngototnya untuk bisa
merebut puncak klasemen grup, hingga minimal Praveen/Debby harus bisa masuk
sebagai runner-up.
Di atas kertas sendiri,
Praveen/Debby masih kalah unggul dibandingkan Zhang/Zhao. Dari delapan
pertemuan keduanya, pasangan Indonesia itu baru membukukan satu kemenangan.
Satu-satunya kemenangan mereka diperoleh saat All England 2016 lalu, dimana
Praveen/Debby berhasil menjadi juara.
Catatan melawan Lee/Chau,
Praveen/Debby sementara masih kalah unggul tipis 3-4. Tapi dipertemuan terakhir
mereka di Hong Kong Super Series 2015 lalu, Praveen/Debby menang straight game
21-18, 21-18. Sedangkan dengan Fuchs/Michels, pasangan Indonesia ini masih
memimpin 2-0.
Mengomentari undian yang diperoleh
dua pasangan anak didiknya, Pelatih Ganda Campuran Richard Mainaky saat ditemui
di Pelatnas Cipayung, beberapa waktu lalu mengatakan, asalkan tidak bertemu di
8 besar. Kesempatan keduanya sama besarnya untuk merebut medali.
"Karena nantinya akan ada
pengundian ulang kalau lolos ke babak selanjutnya (perempat final), asal tidak
ketemu di 8 Besar peluang ada. Kalau ketemu, sayang banget. Tapi kita tidak
berbicara emas dulu sekarang, target pertama semi final dulu saja,"
katanya
01.33
Tags :
info bulutangkis
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email
No Comments