Category 2

Minggu, 31 Juli 2016

thumbnail

Hasil Undian Grup Atlit Bulutangkis Olimpiade 2016



Hasil undian Olimpiade Rio de Janeiro 2016 cabang bulutangkis yang dilakukan kemarin, Rabu. 27 Juli 2016 di stadion Riocentro Pavilion 4, Brasil, pukul 11. 00 waktu setempat dinilai cukup menguntungan Indonesia. Pasalnya, hasil undian di dua nomor andalan Indonesia, ganda putra dan campuran di penyisihan grup membuat Indonesia memiliki kesempatan untuk bisa merebut juara grup.
Dalam daftar yang dirilis oleh BWF (Badminton World Federation), di ganda campuran, dua pasangan Indonesia yang lolos ke Olimpiade, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto berada di dua grup berbeda. Dibandingkan Praveen/Debby, Tontowi/Liliyana mendapatkan undian yang lebih ringan.
Mereka menghuni Grup A bersama Bodin Issara/Savitree Amitrapai (Thailand), Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), dan Robin Middleton/Leanne Choo (Australia). Sementara Praveen/Debby menempati grup yang jauh lebih kompetitif di Grup A bersama Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok), Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Hong Kong), dan Michael Fuchs/Birgit Michels (Jerman).
Jika melihat hasil undian, peluang Tontowi/Liliyana jauh lebih besar untuk bisa merebut juara grup mengingat kekuatan lawan yang diatas kertas masih di bawah mereka. Tontowi/Liliyana belum pernah bertemu dengan Issara/Amitrapai dan Middleton/Choo, sementara dengan Chan/Goh, pasangan peringkat tiga dunia ini, masih unggul 7-1 dalam rekor pertemuan. Terakhir di Malaysia Open Super Series Premier 2016, Tontowi/Liliyana menang 23-21, 13-21 dan 21-16 dari pasangan negeri jiran itu.
Untuk Praveen/Debby, kesempatannya untuk bisa menjadi yang teratas di grupnya ada, namun mereka harus berusaha lebih keras untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Mengingat ada unggulan pertama, Zhang/Zhao yang diprediksi pasti akan sama ngototnya untuk bisa merebut puncak klasemen grup, hingga minimal Praveen/Debby harus bisa masuk sebagai runner-up.
Di atas kertas sendiri, Praveen/Debby masih kalah unggul dibandingkan Zhang/Zhao. Dari delapan pertemuan keduanya, pasangan Indonesia itu baru membukukan satu kemenangan. Satu-satunya kemenangan mereka diperoleh saat All England 2016 lalu, dimana Praveen/Debby berhasil menjadi juara.
Catatan melawan Lee/Chau, Praveen/Debby sementara masih kalah unggul tipis 3-4. Tapi dipertemuan terakhir mereka di Hong Kong Super Series 2015 lalu, Praveen/Debby menang straight game 21-18, 21-18. Sedangkan dengan Fuchs/Michels, pasangan Indonesia ini masih memimpin 2-0.
Mengomentari undian yang diperoleh dua pasangan anak didiknya, Pelatih Ganda Campuran Richard Mainaky saat ditemui di Pelatnas Cipayung, beberapa waktu lalu mengatakan, asalkan tidak bertemu di 8 besar. Kesempatan keduanya sama besarnya untuk merebut medali.
"Karena nantinya akan ada pengundian ulang kalau lolos ke babak selanjutnya (perempat final), asal tidak ketemu di 8 Besar peluang ada. Kalau ketemu, sayang banget. Tapi kita tidak berbicara emas dulu sekarang, target pertama semi final dulu saja," katanya

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

About

Recent Posts

Slider

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *